Gimana Sih Cara Memilih Film Anak? Begini Triknya

Tips memilih film anak
Film bisa menjadi salah satu media belajar yang efektif bagi anak-anak. Foto: Ilustrasi
.

FAST GYM – Film bisa menjadi salah satu media belajar yang efektif bagi anak-anak. Melalui film, anak-anak dapat mengenal kosakata, warna, gerakan, benda, ritme, dan masih banyak lagi. Namun tidak semua film bisa ditonton anak. Yuk disimak panduan memilih film anak.

Sayangnya, tak semua film menyuguhkan tayangan yang berkualitas dan mengedukasi. Beberapa film anak justru ada yang diam-diam menyelipkan adegan kekerasan.

Terkadang anak-anak belum bisa membedakan mana fantasi dan kenyataan. Alhasil, mereka bisa menganggap segala hal yang dilihat di film sebagai sebuah kebenaran. Tak hanya itu, anak Anda mungkin saja memiliki keinginan untuk mencoba melakukan hal tersebut ke temannya.

Dikutip dari laman HelloSehat.com, berikut beberapa tips dan trik cara memilih film anak yang tepat buat si kecil.

Dampingi anak saat menonton film

Penting bagi orang tua untuk mendampingi anak-anak ketika menonton film. Dengan menonton film bersama, Anda bisa langsung mengganti channel atau menghentikan kegiatan menonton jika dirasa film tersebut tidak baik untuk anak Anda.

Lebih jauh lagi, mendampingi anak menonton film bisa jadi salah satu cara untuk mengeratkan hubungan anak dan orangtua sekaligus ajang diskusi yang mengasyikan.

Orangtua bisa menjelaskan tentang apa pesan moral yang disampaikan, sekaligus mendorong anak bersikap kritis tentang apa yang dia tonton.

Pilih program yang sesuai dengan usia anak

Pada dasarnya setiap film diproduksi sesuai dengan target pasarnya masing-masing, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan kalau film yang akan ditonton anak sesuai dengan usianya.

Di Indonesia, film bioskop yang ramah anak masuk dalam kategori Semua Umur (SU). Sementara untuk produksi internasional, film untuk semua usia masuk dalam kategori G (General Audience).

Saat di bioskop, Anda bisa melihat kategori film pada poster film atau pada layar peringatan Lembaga Sensor Film (LSF) yang muncul di awal pertunjukan. Apabila menonton dari DVD, maka Anda bisa memeriksa kategori film tersebut di bagian sampul depan atau belakang kemasannya.

Lantas, bagaimana kategori film di layar televisi? Faktanya, kategori film di televisi berbeda dengan yang ada di bioskopi. Di layar televisi, kategori film dibuat lebih banyak dan spesifik berdasarkan usia. Berikut berbagai kategori film yang tayang di televisi:

SU (semua kalangan di atas usia 2 tahun)
P (anak usia prasekolah usia 2-6 tahun)
A (anak usia 7-12 tahun)

Jika ingin menonton film lewat siaran TV, Anda bisa menemukan kategori film di sudut kanan atau kiri atas layar kaca.

Pilih tema film yang mendidik

Cerita dalam film juga penting untuk dicermati. Hindari film yang banyak menyuguhkan adegan kekerasan atau pertengkaran, baik secara verbal maupun non verbal. Tak hanya itu, pastikan kalau film yang akan ditonton si kecil bebas dari unsur SARA atau berbau seksual.

anak-anak memiliki rasa ingin tahu dan daya imajinasi anak sangat tinggi. Ditambah lagi, mereka umumnya belum bisa membedakan mana hal yang baik dan buruk. Alhasil, ketika ia terpapar berbagai konten negatif setiap hari, ia bisa saja berpikir bahwa hal buruk lumrah untuk dilakukan.

Baca review film terlebih dahulu sebelum menonton

Sebelum memberikan lampu hijau untuk si kecil menonton film, Anda harus mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang film yang akan mereka tonton terlebih dahulu. Informasi ini termasuk kategori film, genre, maupun alur ceritanya.

Anda bisa menanyakan langsung pada teman atau kerabat dekat yang memang sudah menonton film tersebut. Selain itu, Anda juga bisa mencari informasi dari majalah atau situs internet.

Ya, saat ini sudah banyak website khusus yang menyajikan berbagai ulasan tentang film-film yang akan, sedang, atau telah diputar di bioskop. Di website yang khusus membahas tentang berbagai film ini, Anda bisa melihat penilaian tentang suatu film dari para kritikus film atau orang-orang yang memang telah menonton film tersebut.

Jika semua ulasan menunjukkan hasil yang positif, maka film tersebut bisa jadi pertimbangan untuk bahan tontonan si kecil. Namun, pastikan Anda bertanya dulu kepada si kecil apakah ia tertarik atau tidak untuk menonton film tersebut. Jika anak Anda tidak tertarik, maka jangan sekalipun Anda memaksanya untuk menonton.

Baca Juga:

5 Benefit Mengikutkan Anak di Klub Olahraga
Bikin Cerdas, Ini Manfaat Olahraga untuk Balita
Cara Menangani Anak yang Hiperaktif

Leave a Reply

Your email address will not be published.